Sumber : http://infojambi. com/content/ view/4253/ 103/lang, /

Selasa, 10/02/2009 | 03:41 WIB

KERINCI - Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terancam akan punah. Kondisinya sudah semakin parah saja lantaran perambahan yang terus saja berlangsung. Perambahan ini banyak yang terungkap, tetapi lebih banyak lagi yang tidak terungkap. TNKS hampir punah dan bahkan bisa akan habis jika tidak diatasi segera.

Diduga, banyak oknum perambah yang dibekingi oknum aparat. Bahkan ada oknum aparat itu sendiri yang menjarah hutan. Ironis memang. Setiap oknum aparat tertangkap kasusnya cepat selesai dengan arti kata tidak menempuh jalur hukum. Diselesaikan bawah tangan.

Daerah rawan penjarahan kayu, yaitu perbatasan Kerinci Tapan, Kerinci Bangko tepatnya di daerah Muara Emat serta di daerah Kecamatan Kayu Aro dan Gunung Tujuh. Karena daerah ini jauh dari pantauan petugas.

Kasi Pengelolaan TNKS wilayah Kerinci mengakui, semua kayu yang ditemukan akhir-akhir ini diduga kuat diambil dari TNKS. “Saat kita tangkap, kayu-kayu tersebut semuanya tidak memiliki dokumen yang sah. Makanya kita berani katakan bahwa kayu tersebut kayu di dalam kawasan TNKS,” aku.

Seperti tiga hari lalu, jenis kayu pacet dan bornio ditemukan dikediaman Sihaloho, di Pematang Lingkung lebih kurang jumlahnya seratus batang. Jelas dari jenisnya merupakan kayu yang dilindungi. Ini menandakan kayu tersebut diambil dari dalam kawasan TNKS.

Perambahan TNKS menurut Yunaidi berlangsung sejak lama. Bahkan sudah membentuk suatu jaringan dan lingkaran yang besar dan sulit dibongkar. “Itu dugaan sementara. Karena pelaku ileggal loging sudah membentuk lingkaran sehingga sulit dibongkar,” jelasnya.

Dengan terungkapnya perambahan TNKS, pihak berwewenang akan meningkatkan pengawasan. Menyangkut penangkapan kayu jenis pacet dari TNKS milik Sihaloho di Pematang Lingkung baru-baru ini, Yunaidi, mengatakan, kayu itu masih dalam penyelidikan. “Besok (Selasa, 10/02/09) bersama dengan Kasat Reskrim Polres Kerinci, TNKS dan Dishut kembali akan cek TKP di Pematang Lingkung,” tegasnya. (infojambi.com/ AL)