Bimbang ku di malam itu
Teruntuk dirimu yang selalu hadir dalam setiap tarikan nafasku
Sendu malam itu ketika sepiku menuntut hangat
Dendam trauma akan sebuah kekecewaan
Hingga rindu dan benci akan hadirnya sandaran diri
Mempermainkan malam-malam sunyi yang ku lalui
Sendiri meratapi hari
Sendiri ku arungi malam
Sendiri kuhitung bintang
Sendiri ku lukis kelam
Sendiri ku gapai angin
Sendiri ku capai mimpi
Yang tak pernah ada kepastian
Aku dan sepi telah menyatu
Sesalku pun tak pernah pupus di sisi kemanusiaanku
Aku yang terkoyak dendam
Aku yang butuhkan kehangatan
Aku yang haus cinta
Selalu terlunta
Menggapai
Mengharap
Meratap
Aku berputus asa
Bimbang ku di malam itu..
Sungguh sangat berbeda dengan bimbangku dimalam ini
Bimbangku kini menunggu mu
Berharap ku mampu belai lembut setiap senti kulitmu
Memelukmu dalam dekap hangat
Membawamu terbang melintasi angan
Bimbang ku kini adalah cemasku
Membayangkan
Ketika harus bertatap untuk yang pertama dengan mu
Dirimu adalah bimbangku
Dirimu adalah inginku
Dirimu adalah anganku
Dirimu adalah harapanku
Dan ku nikmati bimbang itu sebangai anugrah
Bimbang itu kini sirna
Karena ku tau diri mu nyata..
Bimbangku di malam itu memberi arti…
Membawamu dalam damai mimpi, dimalam-malamku




No comments yet
Comments feed for this article